Weih kok keliatanya judulnya ngeri baget!!, Apa bener jogja banjir???.
itu judul mungkin muncul dari angan2 ku aja, tapi bisa kemungkinan terjadi (hi.... ngeri deh).
Yah hari ini sekitar jam 18.00 di daerah sekitar Jogja di landa asmara (HUjan maksudnya), mulanya sih tidak deras tapi mulai jam 18.15 hujan kok makin menjadi-jadi. Aku yang biasanya rajin berangkat kerja (he...heheheh..) jadi males karna sik The rain (bukan band asal jogja). Tapi demi taggung jawab yang udah ada di pundak, yah akhirnya di paksain berangkat juga. Dengan langkah berat ak mulai mengeluarkan motorku (sebenarnya masih milik ayah), sampai di luar ak teringat ternyata ak belum makan malam. Seperti pepatah bilang "sekali dayung 2 3 4 5 6.. pulau terlampaui", sambil berangkat kerja ak mampir di sebuah warung "tempe penyet".
ketika ak masuk ke warung tsb ak langsung di sodorkan sejuta pertanyaan oleh sang pemilik (perasaan pertanyaanya cuman dikit)
"Mas pesen apa??" sambil melebarkan sedikit senyumnya.
"tempe tahu pak!" Aku balas dengan senyum juga.
"Tahu-nya nggak ada mas" respon sang pemilik.
"oh, kalo gitu tempe aja " jawabku sambil menunjukkan nada kecewa.
"trus minumnya apa mas??" dengan nada sopan khas Jogja sang pemilik melayangkan sebuah pertanyaan lagi.
"teh anget aja pak" jawabku dengan lirih sambil kedinginan. Setelah memesan ak hanya diam saja.......................................................................................................................(masih diam)...................
yaahui.. akhirnya hidangan yang di tunggu2 datang juga, dengan sedikit aroma khas tempe penyet dan bau hangat teh wangi dengan bunga melati meresap di hidungku. Selera makanku langsung melonjak, ak sudah nggak ingat lagi kalo sedang kedinginan. Dengan lahap ak memakan sesendok demi sesendok seperti layaknya manusia normal(biasanya sih se-entong demi seentong). Yah akhirnya habis juga, dan sambil menyodorkan uang pas untuk membayar kemauan perutku hanya Rp 3000-, cukup murah untuk ak yang sebagai anak kost-kostan dengan sedikit uang kiriman. Setelah mengeluarkan mantel hujan dari tasku, akhirnya perjalanan di lanjutkan kembali untuk mencari sebuah penghasilan tambahan.
Dengan tertutup rapat oleh mantel hujan ak mulai menghidupkan motorku, hanya sekali pencet aja motorku sudah berderu. Setelah beberapa menit mengendarai motor tiba juga ak di sebuah jalan raya yang besar dan banyak di lalui banyak mobil. Tak menyangka ternyata jalanan sudah tergenang air dan dengan hati2 ak mengendarai motorku dengan kecepatan 5 km/jam (pelan banget tuh). Ak sudah mulai membayangkan hal yang aneh2 di perjalanan "apakah jogja banjir ???" tapi mudah2an hal itu tidak terjadi. Dengan hujan yang sangat lebat seperti ini ak baru sadar, ternyata ini adalah hujan terlebat yang pernah ak temui selama 7 tahun ak tinggaal di jogja. Ak mulai sadar ternyata efek dari pemanasan global sudah mulai terasa.
Yah begitulah ceritanya ...
kenapa sampai ak memikirkan hal yang aneh-aneh. "Jogja banjir "mungkin hal ini akan benar2 terjadi apabila kita sudah tidak peduli lagi terhadap lingkungan. Walaupun gerakan peduli Lingkungan masih di lakukan hanya segelincir orang saja, tapi mudah2an dengan orang2 tersebut hati kita juga ikut tergerak untuk mempedulikan lingkungan terutama hutan kita yang sudah mulai gundul oleh orang2 yang tidak bermoral.
motto hari ini : "Brantas korupsi dan mari kita hijaukan hutan kita"(kok nggak ada hubunganya ya)
udah dulu deh